Sabtu, 31 Agustus 2019

Komponen Dasar Elektronika

Maked by: Azri Wahyuda Siregar, Mahasiswa Politeknik Negeri Medan, Teknik Elektro, Prodi Teknik Elektronika

  Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Dari hukum Ohmsdiketahui, resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω(Omega).

      Untuk menyatakan resistansi sebaiknya disertakan batas kemampuan dayanya. Berbagai macam resistor di buat dari bahan yang berbeda dengan sifat-sifat yang berbeda. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I2 R watt. Semakin besar ukuran fisik suatu resistor bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut.

Jenis resistor ada banyak sekali bukan hanya satu,termasuk bahan pembuat resistor itu sendiri juga beraneka ragam. Untuk saat ini ada dua buah type resistor dilihat dari nilai hambatan / tahanannya yaitu Resistor Tetap dan Resistor Variabel.

1. Resistor Tetap ( Fixed Resistor ).
Adalah sebuah resistor yang memiliki nilai hambatan tetap dan permanen. Anda dapat melihat berapa besar nilai hambatan yang terdapat didalamnya dengan membaca garis petunjuk wana pada bagian luarnya beserta seberapa besar nilai toleransi didalamnya. Bentuk dari resistor tetap ini dapat anda lihat pada gambar dibawah ini .
Pada resistor hambatan tetap ini pun dibagi lagi kedalam jenis bahan pembuatnya yang antara lain adalah :
∆ Resistor Kawat
∆ Resistor Batang Karbon

∆ Resistor Keramik

∆ Resistor Film Karbon

∆ Resistor Film Metal
2. Resistor Variabel / Variable resistor.
Adalah resistor yang memiliki nilai resistansi yang dapat di setel dengan jalan memutar sumbu putar sehingga jarak sentuh hambatan bergeser sehingga nilai hambatan pun berubah. Resistor ini banyak dipakai pada komponen audio,radio sebagai tuning,pemutar AC,Lampu otomatis jalan dan sebagainya.

Pada resistor type variable ini pun masih dibagi lagi sesuai dengan bahan embuat,fungsi serta kegunaan dari resistor variable tersebut yang diantaranya adalah :


∆ Potensiometer

Adalah sebuah resistor yang memiliki bentuk variabel dengan nilai resistansi yang dapat kita ubah semau kita. Terbuat dari dua buah plat yang dihubungkan oleh karbon dengan bentuk memanjang. Nah ketika kita putar poros dari resitor inilah dudukan plat yang menempel akan bergeser memanjang atau memendek sehingga nilai resistansi berubah. Ada dua type resistor jenis ini yakni linier dan logaritmatik yang dapat dibedakan dengan simbol di bagian belakang resistor. B untuk logaritmatik sedangkan A untuk linier.


∆ Resistor Trimpot


Fungsinya tidak jauh beda dengan potensiometer malah hampir sama dengan potensiometer diatas hanya saja yang membedakan ukuran dari resistor ini yang begitu mungil,hanya sebesar ujung jari kelingking anda. Berbeda dengan potensiometer yang memiliki ukuran jumbo mulai sebesar jempol tangan keatas.


∆ Resistor NTC dan PTC


Adalah kepanjangan dari Positive / Negative temperature coificient,dari namanya saja sudah jelas bahwa resistor jenis ini dapat berfungsi sebagai sensor suhu atau temperatur di sekelilingnya. Untuk jenis PTC nilai hambatannya akan naik bila suhu yang ada disekelilingnya naik,begitupun yang type NTC.


∆ Resistor LDR 

Kepanjangan dari Light Dependent Resistor yang banyak diaplikasikan pada sensor sensor otomatis lampu menerangan jalan agar dapat menyala ketika senja tiba dan mati ketipa pagi menjelang tiba secara otomatis. Cara kerja dari resistor ini memanfaatkan intensitas cahaya yang ada di sekeliling alat ini yang kemudian dapat menembus elektron kedalam batas yang telah ditentukan dan menyalurkan arus. Harga resistor jenis ini tergolong agak mahal di pasaran. Dan komponen ini memiliki 2 jenis bentuk ukuran fisik yakni: 
1. Ukuran kecil (Unsensitif)
2. Ukuran Besar (Sensitif)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar